Selasa, 07 Februari 2012

Indonesia-AS Jalin Kemitraan Bahari

Posted by Firman Firdaus on May 26, 2010
Dalam kurun waktu Juli-Agustus 2010, kapal penelitian Amerika Serikat, Okeanos Explorer akan bergabung dengan Baruna Jaya IV, kapal penelitian Indonesia, guna melakukan ekspedisi ilmiah di perairan Sangir-Talaud, Sulawesi Utara.
Kerja sama ini secara resmi diluncurkan pada Rabu (26/5) oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, Agung Laksono, dan Sekretaris Niaga AS, H.E. Gary Locke di sela-sela acara Perayaan Kemitraan Bahari Indonesia-AS di Pelabuhan Nelayan Komersial Muara Baru, Jakarta Utara.
Agung menyatakan penelitian ini sejalan dengan program pembangunan bahari Indonesia dan merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration) yang dicanangkan dalam World Ocean Conference di Sulawesi Utara tahun lalu. “Implementasi penelitian ini juga akan menguntungkan bagi para nelayan pada umumnya, skala besar maupun kecil,” ujar Agung.
Penelitian akan difokuskan pada morfologi laut, pemetaan bathymetri untuk mengetahui kontur dan kedalaman laut, oseanografi, serta karakteristik habitat di perairan tersebut. “Penelitian ini juga akan mencoba menggali potensi hidrotermal di wilayah tersebut beserta studi dampak aktivitas hidrotermalnya,” ujar Budi Sulistyo, Direktur Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumberdaya Non-tinggal, Departemen Kelautan dan Perikanan.
Selain menjadi penelitian pertama di perairan pulau-pulau terdepan tersebut, Budi menjelaskan, kajian bersama tim dari AS ini merupakan yang pertama yang melibatkan beberapa disiplin ilmu, yakni bidang kelautan, geologi, dan habitat.
Indonesia dan AS merupakan kontributor bagi Prakarsa Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle Initiative (CTI), kemitraan antara enam negara Asia Tenggara-Pasifik. Sekitar sepertiga sumber daya pesisir dan laut di daerah ini secara langsung menjadi tempat bergantungnya mata pencaharian masyarakat di daerah tersebut.
Dengan memahami kondisi fisik laut di kawasan tersebut,dapat diambil langkah-langkah terbaik untuk menerapkan pengelolaan perikanan dan pelestarian lingkungan laut secara berkelanjutan, termasuk upaya melindungi spesies yang terancam punah seperti penyu laut, hiu dan beberapa jenis tuna. Hal yang tidak kalah penting adalah sebagai bekal untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang kian mengancam.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar