Selasa, 07 Februari 2012

Penderita Aktif Hepatitis di Jakarta Mencapai Angka 500 ribu



Posted by Firman Firdaus on December 8, 2009
Oleh Titania Febrianti
Orang yang terinfeksi Hepatitis B mencapai jumlah 350 juta di seluruh dunia dan dua belas juta orang di antaranya hidup di sekeliling kita di Indonesia. “Namun, dari lima ratus ribu penderita aktif hepatitis (yang hidup di Jakarta), yang sampai ke dokter hanya 30 persen,” ujar Dr Andri Sanityoso Sulaiman, SP. PD-KGEH.
Keprihatinan inilah yang mengundang Dinas Kesehatan wilayah DKI untuk menyelenggarakan simposium akbar bagi para dokter umum dan dokter puskesmas se-DKI Jakarta, berkerja sama dengan Klinik Hati Prof. Dr. H. Ali Sulaiman dan Ikatan Dokter Indonesia wilayah Jakarta pada tanggal 3 hingga 4 Desember 2009. Simposium yang dilaksanakan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi para dokter khususnya di puskesmas, dalam mendagnosis serta menangani penyakit hepatitis B dan C.
Menurut Prof. Dr. H. Ali Sulaiman, SpPD-KGEH, jumlah kasus Hepatitis C mulai menyaingi kasus Hepatitis B akibat merebaknya penggunaan narkoba dengan jarum suntik. Dari sekitar 200 ribu penderita Hepatitis C yang ada di Jakarta, hanya 10 persen yang terobati oleh tenaga medis. Dr Dien Emawati M Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berharap, dengan adanya seminar ini, pasien dapat ditangani secara dini hingga tidak akan ada lagi penduduk miskin yang tidur di lorong-lorong rumah sakit atau ditolak karena terlanjur mengalami infeksi berat.
Pada tahun 1991, Hepatika Laboratories Ltd. di Mataram, Lombok telah berhasil membuat suatu reagensia untuk pemeriksaan Hepatisis B surface antigen (HBsAg) untuk pertama kali di Indonesia. “Reagen ini sudah diteliti di luar (negeri) dan sudah diakui dengan cukup baik,” ujar Ali. Namun, hingga kini alat tersebut belum bisa didapatkan di Jakarta. Padalah menurut Dien harganya murah, “Tak sampai satu mangkuk baso,” ujarnya memberi perumpamaan. Ali dan Dien berharap, dengan tersedianya alat pengetesan dini hepatitis di Jakarta dalam waktu dekat, penanganan terhadap penyakit dapat dilakukan secara dini pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar