Oleh Ni Ketut Susrini | 03-02-2012 | http://ngi.cc/nI6 | kesehatan

Gula dan zat pemanis lainnya dinilai
beracun bagi tubuh manusia, sehingga harus diregulasikan secara ketat
seperti halnya alkohol oleh pemerintah di seluruh dunia.
Hal tersebut mengemuka di jurnal Nature
oleh para peneliti di University of California, San Francisco. Para
peneliti mengusulkan regulasi seperti pengenaan pajak pada semua makanan
dan minuman yang diberi gula tambahan, Melarang penjualannya di dalam
atau di dekat lingkungan sekolah dan memberlakukan batasan umur
untuk pembeliannya.
Para peneliti menyebut
sejumlah hasil studi dan statistik yang menguatkan usulan mereka tentang
betapa berbahayanya gula tambahan, dan dianggap merusak masyarakat
seperti halnya alkohol dan tembaga. Secara spesifik disebutkan bahwa
gula tambahan yang dimaksud mencakup sukrosa, campuran glukosa, dan
fruktosa yang terdapat dalam sirup jagung tinggi fruktosa dan dalam gula
rumah tangga yang terbuat dari tebu dan beet.
Satu
sendok makan gula dianggap dapat meningkatkan tekanan darah,
kolesterol, dan resiko kerusakan lever, jantung, menyebabkan obesitas
dan diabetes.
Latar belakang usulan para
peneliti ini cukup masuk akal mengingat di Amerika Serikat, lebih dari
dua per tiga penduduknya mengidap berat badan berlebih dan setengahnya
dinyatakan obesitas. Sekitar 80 persen dari penyandang obesitas
berpotensi menderita diabetes atau kerusakan metabolisme dan mengurangi
angka harapan hidup.
Kasusnya pun cenderung
sama di seluruh dunia. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa
angka pengidap obesitas cenderung melampaui angka kurang gizi. Obesitas
dinilai sebagai masalah umum di banyak negara.
PBB juga menyebutkan bahwa penyakit kronis yang berhubungan dengan pola makan seperti jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker -- untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia -- lebih mematikan dibanding penyakit-penyakit infeksi.
PBB juga menyebutkan bahwa penyakit kronis yang berhubungan dengan pola makan seperti jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker -- untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia -- lebih mematikan dibanding penyakit-penyakit infeksi.
Banyak peneliti yang
menganggap gula sebagai racun jika dikonsumsi berlebih. Glukosa yang
berasal dari karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, lebih aman
dicerna sel di seluruh tubuh, akan tetapi elemen fruktosa dari gula
dimetabolisme terutamanya di lever.
Dari sinilah masalah bermula, membebani lever, memicu penyakit liver gemuk, dan akhirnya menyebabkan resistensi insulin, penyebab utama obesitas, dan diabetes. (Sumber: LiveScience.com)
Dari sinilah masalah bermula, membebani lever, memicu penyakit liver gemuk, dan akhirnya menyebabkan resistensi insulin, penyebab utama obesitas, dan diabetes. (Sumber: LiveScience.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar