Selasa, 07 Februari 2012

Lentera Cap Go Meh Khas Pingxi



Posted by Ukirsari on February 6, 2012

Setiap tiba hari kelima belas pasca Imlek atau hari raya China, negeri Taiwan menggelar acara Cap Go Meh yang dikenal sebagai Yuanxiao Jie. Berikut ini adalah potret kenangan saya saat menyaksikan Festival Lentera Pingxi berkait dengan perhelatan purnama pertama atau Yuanxiao Jie pada tahun lalu.
(c) ukirsari 2011
(c) ukirsari 2011

(c) ukirsari 2011
(c) ukirsari 2011
Festival Lentera Pingxi adalah acara favorit masyarakat Taiwan juga pejalan manca negara.  Setiap tahun, pemerintah Taiwan, Republic of China (ROC) menggelar perhelatan pekan lentera yang lokasinya bergantian, tetapi paling klasik dan tradisional dilangsungkan di Pingxi, sekitar satu setengah jam dari ibukota Taiwan, Taipei. Menurut data statistik Taiwan Tourism Bureau tahun lalu, setiap pergelaran lentera yang disebut tian deng ini mampu menyedot pengunjung sampai lima juta orang, termasuk warganegara Taiwan berdomisili di luar negeri dan sengaja pulang untuk merayakan Yuanxiao Jie di Pingxi.
Sebuah lentera tradisional Pingxi terbuat dari kerangka bilah bambu dan bagian utama berupa kertas minyak, garis tengah 60 cm, tinggi 130 cm serta 360 cm keliling bagian bawah lentera. Pada bagian dasar terdapat kertas tipis dicelup kerosene. Untuk menerbangkan lentera, setiap sisinya dipegangi dan udara panas dimasukkan lewat celah pada bagian dasar. Bila sudah cukup terkumpul, lentera bakal mengembang sempurna.
(c) ukirsari 2011
(c) ukirsari 2011
Prosesi sebelum mengembangkan lentera adalah membubuhkan harapan atau doa menggunakan kuas, yang bermakna menulis pesan ke surga. Berbagai hal kebaikan dapat dimintakan, mulai peruntungan, doa bagi anggota keluarga yang telah meninggal, rezeki, kesehatan dan jodoh. 
Nama alias dari lentera yang diterbangkan di Pingxi adalah “lentera Kongming”, yang diambil dari nama lain Zhuge Liang,  seorang menteri dari Shu Tan dalam legenda provinsi  Fujian di masa pemerintahan dinasti Qing. Lentera ini dibuat menyerupai topinya dan digunakan sebagai alat komunikasi.
(c) ukirsari 2011
(c) ukirsari 2011
Ketika para penduduk Fujian bermigrasi ke Pingxi, kebiasaan menerbangkan lentera sebagai sarana komunikasi terus berlanjut, terutama bila para bandit menyerang dan warga setempat harus bersembunyi di daerah pegunungan. Saat kondisi sudah aman, penjaga di kampung mengirim isyarakat lewat lentera ini.   Di masa kini, lentera tadi menjadi simbolisasi doa dan terus dilestarikan penduduk daerah Pingxi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar